Mengenal Gigi

Mengenal Gigi

Gigi adalah bagian dari tubuh yang sangat penting dan fungsional. Tanpa gigi, pasti sangat sulit bagi seseorang untuk mengunyah makanan. Tanpa gigi, orang juga menjadi lebih malu untuk berinteraksi dengan orang lain, atau bahkan untuk tersenyum, sehingga mempengaruhi kepercayaan dirinya. Sehingga pada kasus kehilangan gigi sekalipun (ompong), dokter gigi akan mengupayakan untuk membuat gigi tiruan. Gigi tiruan ini dimaksudkan untuk merehabilitasi fungsi gigi, sehingga tetap optimal.

Nama dan Jumlah Gigi

Gigi manusia dewasa berjumlah 32 (16 atas dan 16 bawah). Terdiri dari 8 gigi seri, 4 gigi taring, 8 gigi geraham kecil, serta 12 gigi geraham. Termasuk 4 geraham bungsu yang tumbuh paling telat dibandingkan gigi lainnya.

Sedangkan pada gigi susu anak berjumlah 20 (16 atas dan 16 bawah). Terdiri dari 8 gigi seri, 4 gigi taring, dan 8 gigi geraham. 20 gigi ini akan mengalami pengikisan akar secara alamiah atau eksofilasi. Eksfoliasi terjadi akibat dorongan tumbuh dari 20 gigi dewasa pada posisi tumbuhnya sehingga akan goyang, dan kemudian tergantikan. Sisa 12 gigi lain yang tumbuh sendiri tanpa melalui proses alami pengikisan pada gigi susunya adalah 6 gigi geraham dewasa atas dan bawah.

Bentuk gigi bervariasi dibedakan oleh fungsinya masing-masing. Gigi seri (insisif / I) fungsinya untuk menggigit makanan. Awalnya akan tumbuh memiliki “mamelon” seperti gerigi namun seiring berjalannya waktu, terkena gesekan dan kikisan akan membentuk permukaan yang rata. Gigi taring (caninus / C) fungsinya untuk mencabik makanan, memiliki akar yang sangat kokoh dan besar, serta menjaga bentuk lengkung rahang. Gigi geraham terdiri dari geraham kecil (premolar / P) yang dibentuk dari geraham susu. Serta geraham besar (molar / M) yang tumbuh tanpa diawali fase gigi susu. Fungsinya adalah untuk mengunyah makanan.

Mengenal Gigi

Gigi Anak dan Gigi Dewasa

Bagian Gigi

Secara umum gigi terdiri dari mahkota dan akar. Mahkota gigi muncul ke permukaan di rongga mulut, sedangkan akar gigi tersembunyi di dalam gusi. Di dalamnya terdapat lapisan yang saling berhubungan satu sama lain (lihat gambar).

Gigi terdiri dari lapisan putih paling luar yang disebut email atau enamel gigi, diikuti oleh lapisan dalam yaitu dentin. Dentin terdiri dari komposisi organik, dan terdapat serabut saraf. Sehingga ketika gigi mengalami proses gigi berlubang, ketika sudah memasuki lapisan dentin akan timbul rasa ngilu atau sakit tapi hilang timbul jika ada penyebabnya (seperti panas atau dingin). Lapisan paling dalam adalah pulpa yang menjadi tempat berkumpulnya pembuluh darah dan syaraf. Pembuluh darah dan saraf berhubungan langsung ke peredaran darah dan persyarafan terutama di area wajah dan kepala. Sehingga sakit gigi dapat terasa sakitnya hingga kepala atau telinga, dan harus segera diobati jika tidak, penjalaran infeksinya dapat menyebar ke bagian lain. Ketika gigi berlubang cukup dalam dan bakteri masuk ke pulpa, maka akan menyebabkan rasa sakit yang terus menerus (nyut-nyutan) dan dapat mengakibatkan kematian jaringan gigi.

Mengenal Gigi 2

Bagian Gigi

Pada gigi terdapat jaringan pendukung yang disebut jaringan periodontal. Jaringan periodontal meliputi sementum yaitu komponen penyusun akar gigi, gusi, ligament periodontal (seperti serat yang mendukung atau menopang gigi), dan tulang alveolar (tempat melekatnya gigi pada tulang rahang). Pada kondisi normal seluruh komponen ini akan menopang dan bekerja sama satu dengan yang lainnya. Ketika terjadi peradangan pada jaringan periodontal, maka gusi dapat mengalami infeksi, mengakibatkan serat ligament periodontal terputus, sehingga gusi turun lebih lanjut terjadi kerusakan tulang alveolar, sehingga gigi menjadi goyang karena kurangnya pendukung dan penahan, kemudian tanggal/copot dengan sendirinya. Ini semua dapat terjadi hanya akibat kurang pembersihan rongga mulut dengan akumulasi plak dan kalkulus (baca “Karang Gigi dan Scaling”) atau akibat lain yaitu faktor genetika (baca “Periodontitis Agresif”). Oleh karena itu ingat untuk selalu rutin membersihkan gigi dengan menyikat gigi secara tepat dua kali sehari terutama malam sebelum tidur!

 

ditulis oleh : drg. Fenny Kamadi

 

Referensi:

  1. Bath-Balogh M, Fehrenbach MJ. Dental Embryology, Histology, and Anatomy.
  2. Nelson SJ, Ash MM. Wheeler’s Dental Anatomy, Physiology, and Occlusion
Written by seputargigi

Leave a comment