Serba-Serbi Menyikat Gigi

Menyikat Gigi

Menyikat gigi adalah hal yang paling penting dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut. Seperti kata pepatah “Lebih Baik Mencegah daripada Mengobati”; menyikat gigi adalah tindakan paling mudah untuk mencegah segala permasalahan dalam rongga mulut, yang harus dimulai sejak dini.

Kapan seorang anak harus mulai menyikat gigi?

Jawabannya adalah ketika gigi pertamanya mulai tumbuh. Berbagai penelitian dengan bukti-bukti klinis meyakini bahwa usia 6 bulan adalah dimulainya keluar gigi pertama pada bayi, yaitu gigi susu depan bawah. Ketika gigi ini sudah keluar ke rongga mulut, segala eksposur seperti makanan (susu atau asi), air liur, bakteri rongga mulut akan berinteraksi dengan gigi tersebut. Karakteristik dari gigi susu yang dimiliki anak-anak adalah warna yang lebih putih, ukuran lebih kecil, dan ketebalan yang lebih tipis dibandingkan gigi permanen. Sehingga membuatnya lebih mudah mengalami karies (gigi berlubang) serta progresinya lebih cepat. Cara menyikat gigi pada usia dini adalah dengan menggunakan kasa steril yang dililitkan pada ibu jari sang ibu, lalu dibersihkan menggunakan air. Yang paling penting adalah, permukaan gigi tersebut bersih dari “plak dental” (baca “Karang Gigi dan Scaling” lebih lanjut mengenai plak). Ketika semakin banyak gigi yang sudah tumbuh di rongga mulut dapat digunakan sikat gigi dengan pasta gigi. Prinsip inilah yang harus dipegang dengan benar. Bahwa apapun teknik menyikat gigi yang digunakan, seluruh permukaan gigi harus tersikat hingga bersih.

Kapan waktu yang tepat untuk menyikat gigi?

Menurut penelitian, waktu yang paling penting untuk menyikat gigi adalah malam sebelum tidur. Dilengkapi dengan 1 waktu pada pagi hari, umumnya setelah sarapan pagi. Menyikat gigi dapat menambah kepercayaan diri seseorang untuk memiliki aroma napas yang lebih segar. Beberapa pendapat meyakini menambah waktu lain dalam 1 hari untuk menyikat gigi adalah lumrah, dan dipersilahkan.

Sikat Gigi dan Pasta Gigi

Ukuran sikat gigi mengikuti perkembangan gigi dan rahang. Terdapat variasi referensi, ini adalah standar penggunaan sikat gigi dan metodenya secara umum.

  • <1 tahun : dapat dibersihkan dengan kasa yang dililitkan pada ibu jari ibu/wali, dibersihkan dengan air. Gerakan memutar hingga seluruh permukaan gigi bersih dari plak.
  • 1-3 tahun : menggunakan sikat gigi ukuran kecil (anak-anak) dengan bulu sikat halus lembut, pasta gigi anak-anak dioleskan hanya selapis tipis (smear). Anak-anak dapat disikatkan oleh orang tuanya dengan gerakan memutar hingga seluruh permukaan gigi bersih dari plak. Lalu latihan untuk berkumur. Anak-anak yang mulai bisa menggenggam, boleh latihan menyikat gigi sendiri, namun masih diawasi orang tua.
  • 3-6 tahun : menggunakan sikat gigi ukuran kecil (anak-anak) dengan bulu sikat halus lembut, pasta gigi anak-anak dioleskan seukuran biji jagung (pea size). Anak-anak mulai dilatih untuk menyikat gigi sendiri dengan gerakan memutar hingga seluruh permukaan gigi bersih dari plak, dan diawasi orang tua.
  • 6-12 tahun : menggunakan sikat gigi ukuran anak yang disesuaikan dengan usia dan perkembangan rahang, dengan bulu sikat halus lembut, pasta gigi anak-anak dioleskan seukuran bulu sikat (reguler). Anak-anak mulai harus bisa menyikat gigi sendiri dengan teknik memutar yang benar, hingga seluruh permukaan gigi bersih dari plak.
  • >12 tahun : pada usia ini diharapkan seluruh gigi susu telah digantikan oleh gigi permanen dan mulai dapat digunakan pasta gigi orang dewasa dan sikat gigi yang menyesuaikan ukuran rahangnya. Pastikan menggunakan bulu yang lembut dan menyikat gigi dengan gerakan yang tepat.

Gerakan menyikat gigi yang disarankan adalah dengan gerakan memutar mengikuti bentuk permukaan gigi. Saat sekali melakukan putaran, hanya 1-2 gigi yang terkena, sehingga pastikan seluruh permukaan gigi dibersihkan dengan melakukan beberapa kali putaran. Dimulai dari depan, kiri, kanan, kemudian bagian dalam gigitan atas dan bawah, serta jangan lupa bagian gigi yang menghadap langit-langit dan lidah. Prinsipnya adalah SELURUH PERMUKAAN GIGI HARUS TERSIKAT.

Penambahan dengan obat kumur jika sudah dapat berkumur juga baik untuk digunakan; sesuai dengan anjuran pemakaian.

 

ditulis oleh : drg. Fenny Kamadi

Written by seputargigi

Leave a comment